Pembantaian Tanpa Ampun: Chengdu Rongcheng Hancurkan Shanghai Zetian 4-0 di CFA Cup 2026
Malam yang seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi tuan rumah berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan. Pertarungan sengit antara Shanghai Zetian vs Chengdu Rongcheng di ajang CFA Cup musim ini menyajikan sebuah drama pembantaian di atas lapangan hijau. Layaknya badai yang menyapu bersih pertahanan lawan, skuad tamu tampil beringas dan tanpa ampun, mengoyak jala tuan rumah empat gol tanpa balas. Bagi Anda para penikmat sepak bola sejati di StreamBola, inilah kronologi lengkap bagaimana sebuah tim tamu mendikte jalannya pertandingan dan melahirkan pahlawan-pahlawan baru di bawah sorot lampu stadion.
Babak Pertama: Ketegangan Berdarah Dingin dan Pukulan Pembuka
Peluit babak pertama dibunyikan, dan atmosfer stadion langsung terasa mencekam. Shanghai Zetian mencoba mengambil inisiatif, namun tekanan mental justru membuat mereka goyah. Tepat di menit ke-20, Y. Zhou dari kubu tuan rumah harus menerima ganjaran kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras. Petaka sebenarnya baru tiba satu menit berselang. Memanfaatkan celah yang ditinggalkan, W. Shihao muncul sebagai predator berdarah dingin. Pada menit ke-21, ia melepaskan tembakan mematikan yang merobek gawang tuan rumah, mengubah papan skor menjadi 0-1 untuk keunggulan Chengdu Rongcheng.
Hujan Kartu Kuning Sebelum Turun Minum
Tertinggal satu gol membuat tensi pertandingan memanas. Chengdu Rongcheng tidak mengendurkan serangan, namun mereka mulai bermain lebih agresif hingga B. Abuduwaili diganjar kartu kuning pada menit ke-41. Tuan rumah yang panik mencoba merespons dengan menarik keluar Y. Zhou yang sudah mengantongi kartu, memasukkan M. Mamut di menit ke-44 demi menyegarkan lini tengah. Namun, sebelum peluit turun minum berbunyi, giliran D. Yanfeng dari tim tamu yang harus dicatat oleh wasit dengan kartu kuning di menit ke-45. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis namun mengancam dari tim tamu.
Babak Kedua: Badai Serangan yang Menghancurkan Harapan
Memasuki paruh kedua, Shanghai Zetian berharap bisa membalikkan keadaan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; mereka masuk ke dalam perangkap mematikan. Pada menit ke-57, H. Pengfei menemukan ruang tembak yang sempurna. Dengan ketenangan seorang algojo, ia menggandakan keunggulan menjadi 0-2. Gol ini bagaikan pukulan telak yang meruntuhkan moral pasukan tuan rumah, meski L. Rongxiang sempat terkena kartu kuning semenit kemudian.
Brace W. Shihao: Sang Pahlawan Tak Terbantahkan
Hanya butuh enam menit bagi Chengdu Rongcheng untuk benar-benar membunuh harapan tuan rumah. Di menit ke-63, W. Shihao kembali mencatatkan namanya di papan skor. Brace yang diciptakannya ini bukan sekadar gol, melainkan sebuah mahakarya yang menegaskan dominasi mutlak tim tamu (0-3). Setelah memastikan kemenangan berada di tangan, pelatih Chengdu mulai melakukan rotasi taktis, menarik keluar sang pahlawan W. Shihao di menit ke-65 dan menggantinya dengan L. Moyu, serta memasukkan W. Shuai.
Penutup Dramatis: Eksekusi Terakhir W. Ziming
Sisa waktu pertandingan diwarnai dengan pergantian pemain dari kedua kubu. Shanghai Zetian yang sudah putus asa mencoba memasukkan X. Hai, D. Wang, J. Lü, dan C. Li untuk sekadar mencari gol hiburan. Di sisi lain, Chengdu Rongcheng bermain dengan cerdas, mengulur waktu dan menjaga kedalaman skuad dengan memasukkan M. Muzepper, H. Yiran, E. Qeyser, dan F. Zhuoyi.
Ketika publik mengira penderitaan tuan rumah sudah berakhir di angka tiga, kejutan terakhir terjadi di masa injury time. Tepat pada menit ke-90+3, W. Ziming melepaskan tembakan penutup yang menjadi paku terakhir di peti mati Shanghai Zetian. Skor 0-4 menjadi hasil mutlak. Chengdu Rongcheng pulang dengan kepala tegak, meninggalkan lapangan dengan status penakluk, sementara tuan rumah harus tertunduk lesu meratapi kehancuran di markas mereka sendiri.